Kampanye OOH Miyako kali ini menghadirkan strategi yang lebih komprehensif: menggabungkan tiga media berbeda dalam satu kampanye dengan fokus tunggal pada peningkatan brand awareness. Miyako, perusahaan elektronik dan perlengkapan rumah tangga dari PT Kencana Gemilang, sekali lagi mempercayakan pelaksanaan kampanye ini kepada OTOMEDIA melalui repeat order
Pada kesempatan ini, pesan brand ditampilkan di tiga lokasi strategis yang sering dilalui target audiens dalam aktivitas harian mereka: di dalam gerbong KRL, di bagian luar bus TransJakarta Low Entry, dan di pasar tradisional melalui media umbul-umbul. Produk kipas angin dan rice cooker dipromosikan dengan identitas visual yang konsisten, menggunakan brand ambassador Nikita Willy.
Berikut ini kami jelaskan pendekatan pemasaran, jenis-jenis format iklan yang digunakan, dan mengapa kombinasi media ini sangat sesuai untuk produk kategori peralatan rumah tangga.
Siapa Saja yang Ingin Dijangkau oleh Miyako?
Kampanye ini dirancang untuk menjangkau 4 kelompok target utama:
- Ibu rumah tangga dan keluarga muda
- Anak kos dan mahasiswa
- Pengusaha kuliner skala kecil dengan bisnis rumahan
- Orang-orang dengan gaya hidup yang sangat mobile
Kipas angin dan rice cooker merupakan produk yang sangat dibutuhkan setiap hari oleh semua segmen ini. Mengingat setiap segmen memiliki kebiasaan yang unik dan berbeda-beda, Miyako memilih untuk tidak hanya mengandalkan satu saluran media saja.
Mengapa Miyako Memakai Tiga Media Sekaligus?
Setiap media menjangkau audiens pada momen yang berbeda. Tabel berikut memetakan logikanya:
| Media | Momen audiens | Segmen yang paling relevan | Produk |
|---|---|---|---|
| KRL (dalam gerbong) | Perjalanan harian berdurasi lama, sering berdiri sambil menatap panel iklan | Anak kos, mahasiswa, pekerja komuter | Kipas angin |
| TransJakarta Low Entry (half body) | Di jalan, halte, dan lampu merah, dilihat pengguna bus maupun pengguna jalan | Individu dengan mobilitas tinggi, keluarga muda | Kipas angin |
| Umbul-umbul di pasar | Saat belanja kebutuhan harian dan bahan baku | Ibu rumah tangga, pelaku usaha kuliner kecil | Rice cooker |
Logikanya sederhana: transit membangun ingatan brand secara luas, pasar mengarahkannya ke tempat orang membeli kebutuhan dapur. (Ini analisis OTOMEDIA atas strategi kampanye, bukan hasil pengukuran.)
Branding Miyako di KRL
KAI Commuter telah mencatat sekitar 349 juta pengguna KRL Jabodetabek selama tahun 2025. Memasuki kuartal I 2026, jumlah pengguna mencapai 87,9 juta orang, mengalami peningkatan 7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pada hari-hari kerja, hampir 1,1 juta orang bergantung pada layanan Commuter Line.
Data ini menunjukkan alasan mengapa pesan Miyako sangat mudah dilihat berulang kali: para penumpang yang menggunakan rute yang sama setiap hari akan menjumpai iklan yang identik berkali-kali.
Miyako memanfaatkan hampir semua area di sepanjang rangkaian KRL dengan menggunakan tiga format berbeda:
Hanging Alley. Iklan ini menampilkan Nikita Willy dengan pesan “Kipas Kesayangan Nikita Willy”. Pesan ini memanfaatkan tokoh publik untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk.

Ceiling Panel. Ditempatkan di area bagasi atas, format ini tetap terlihat jelas meskipun gerbong dalam kondisi penuh. Visualnya lebih komprehensif karena menampilkan gambar kipas angin sebagai produk andalan.

Hand Grip. Format ini menyertakan QR Code yang mengarahkan ke informasi produk dan saluran pembelian, dengan penawaran diskon Rp100 ribu untuk pembelian kipas angin melalui QR tersebut. (Pertahankan; ini satu-satunya elemen yang menghubungkan awareness ke aksi.)

Video Campaign Miyako di KRL
Branding Miyako di TransJakarta Low Entry Bus
Tidak hanya muncul di dalam KRL, Miyako juga hadir di bagian luar bus TransJakarta Low Entry dengan tampilan half body yang menarik. Bus Low Entry dirancang dengan lantai yang rendah, sehingga sangat memudahkan akses bagi penumpang yang membawa koper, menggunakan kursi roda, atau memiliki barang bawaan lainnya.
Visual yang ditampilkan konsisten dengan KRL: kipas angin bersama Nikita Willy. Konsistensi ini sengaja dipertahankan agar audiens yang telah melihat iklan di KRL dapat mengenali pesan yang sama ketika bertemu dengan bus di jalan raya.

TransJakarta berhasil melayani 371,4 juta penumpang sepanjang tahun 2024 dan telah mencapai lebih dari 1 juta pelanggan setiap harinya sejak 2020. Bus dengan branding half body dapat dilihat oleh penumpang di halte-halte serta oleh pengguna jalan di seluruh rute perjalanan.
Umbul-Umbul Miyako di Pasar-Pasar Tradisional
Bendera iklan vertikal, yang dikenal sebagai umbul-umbul, adalah media promosi berbentuk seperti bendera panjang yang biasanya dipasang pada tiang di tempat-tempat umum. Dalam kampanye kali ini, bendera iklan Miyako ditempatkan di berbagai pasar tradisional untuk mempromosikan rice cooker, dengan Nikita Willy berperan sebagai duta brand.
Kampanye ini dilaksanakan di tiga lokasi utama: Pasar Kramat Jati, Pasar Jatinegara, dan Pasar Jembatan Lima. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kesesuaian karakteristik pengunjung pasar dengan target produk:
- Pasar Induk Kramat Jati merupakan pasar kategori A yang dibuka pada tahun 1973 dan menempati area seluas 14,7 hektare. Sebagai salah satu dari 151 pasar yang dioperasikan oleh PD Pasar Jaya, pasar ini berfungsi sebagai pusat perdagangan utama untuk sayur dan buah, yang kemudian didistribusikan ke berbagai pasar di wilayah Jabodetabek.
- Pasar Jatinegara, yang sebelumnya dikenal dengan nama Pasar Meester, terletak di kawasan perdagangan yang telah berkembang sejak abad ke-19 dan berdampingan dengan Stasiun Jatinegara, salah satu stasiun kereta api dengan volume penumpang tertinggi di Jakarta.
- Pasar Jembatan Lima yang berada di Tambora, Jakarta Barat, adalah pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya dan telah beroperasi sejak 1998. Pasar ini terkenal sebagai destinasi belanja untuk sayur-sayuran, umbi-umbian, dan berbagai bumbu dapur, yang merupakan kebutuhan sehari-hari bagi ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner dengan skala usaha kecil.

Rice cooker adalah peralatan dapur yang sangat dibutuhkan oleh ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner skala kecil, dua segmen konsumen yang secara rutin mengunjungi pasar tradisional. Strategi penempatan ini memastikan bahwa pesan brand Miyako dapat menjangkau audiens yang tepat pada saat mereka sedang berbelanja kebutuhan dapur mereka.
Pengaruh Strategi Pemasaran Miyako Melalui KRL, TransJakarta, dan Pasar terhadap Kesadaran Merek
Dengan memanfaatkan ketiga saluran transportasi dan belanja ini, Miyako berhasil menjangkau konsumen di berbagai tahap perjalanan mereka: ketika menggunakan KRL, saat berada di jalan dengan TransJakarta, dan pada momen berbelanja di pasar. Konsistensi pesan yang ditampilkan, menampilkan Nikita Willy dan produk andalan, memperdalam kesan merek di setiap lokasi sentuh konsumen.
Penggunaan QR Code dan penawaran diskon Rp100 ribu pada pegangan tangan KRL mengubah fungsi iklan dari sekadar meningkatkan kesadaran menjadi sarana yang mendorong tindakan pembelian.
Kenyataan bahwa Miyako memilih untuk melanjutkan kampanye iklan melalui pemesanan berulang membuktikan bahwa strategi pemasaran sebelumnya telah terbukti efektif dan layak untuk diperluas ke platform media lainnya.
Keunggulan OTOMEDIA untuk Kampanye Multi-Media
Mengelola tiga media dengan format berbeda memerlukan koordinasi yang terstruktur dengan baik. Empat faktor utama yang mendukung kesuksesan kampanye Miyako:
- Jaringan transportasi umum yang sangat luas. Mencakup TransJakarta, TransJabodetabek, KRL, KAI, pesawat, hingga kapal laut.
- Teknologi pelacakan GPS real time untuk mengawasi performa iklan pada media bergerak secara terbuka dan jelas.
- Kualitas layanan premium. Didukung oleh tim ahli yang responsif dan siap melayani 24/7.
- Tarif yang sangat kompetitif. Paket iklan di luar ruang tersedia mulai dari Rp1 jutaan.
FAQ Iklan OOH Miyako di OTOMEDIA
Bagaimana Miyako menggunakan media dalam kampanye OTOMEDIA?
Miyako memanfaatkan tiga jenis media: KRL (pegangan tangan, panel langit-langit, hanging alley), Bus TransJakarta Low Entry dengan format half body, dan umbul-umbul di pasar tradisional. Kipas angin ditampilkan di KRL dan TransJakarta, sementara rice cooker muncul di umbul-umbul.
Mengapa Miyako memilih untuk beriklan di KRL dan TransJakarta secara bersamaan?
KRL menjangkau para komuter yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam gerbong, sedangkan TransJakarta menjangkau pengguna bus dan pengguna jalan raya. Dengan menampilkan pesan yang konsisten di kedua media, audiens dapat mengenali brand dengan lebih mudah dan cepat. KAI Commuter melaporkan bahwa ada sekitar 349 juta pengguna KRL Jabodetabek pada tahun 2025.
Apa yang dimaksud dengan iklan umbul-umbul di pasar tradisional?
Umbul-umbul merupakan iklan vertikal yang berbentuk seperti bendera panjang dan dipasang di tempat-tempat publik. Di pasar tradisional, media ini sangat efektif menjangkau ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner ketika mereka sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Bagaimana penjelasan tentang half body pada bus TransJakarta Low Entry?
Half body adalah format branding yang menutupi bagian sisi samping bus. Iklan ini dapat dilihat oleh pengguna jalan dan penumpang yang berada di halte sepanjang rute perjalanan bus.
Bagaimana cara untuk beriklan seperti Miyako melalui OTOMEDIA?
Silakan hubungi tim OTOMEDIA melalui halaman kontak atau aplikasi WhatsApp. Tim kami siap membantu Anda menentukan pilihan media, lokasi strategis, dan format yang paling sesuai dengan target audiens dan budget kampanye Anda.
Kesimpulan
Kampanye Miyako menunjukkan strategi menggabungkan media transit dan media pasar dengan efektif: KRL dan TransJakarta membangun kesadaran brand selama perjalanan, sementara umbul-umbul di pasar menjangkau audiens pada saat mereka berbelanja. Sebagai pesanan berulang, kampanye ini membuktikan kepercayaan Miyako terhadap layanan OTOMEDIA. Apakah brand Anda tertarik merancang kampanye multi-media yang serupa? Mari konsultasikan dengan OTOMEDIA untuk solusi terbaik.


