Halo Sobat OTOMEDIA! Salah satu jurus bagi sebuah brand untuk menyentuh sisi emosional audiens adalah dengan menerapkan copywriting.
Seni merangkai kata menjadi enak dibaca dan menyentuh emosi itu bisa dibilang titik awal hubungan kuat antara brand dengan audiens.
Untuk mencapai hal tersebut, sebuah kata-kata biasanya diiklankan oleh brand di berbagai saluran promosi seperti billboard, videotron, hingga transportasi (bus, KRL, dan pesawat). Dengan berbagai saluran itu, kata-kata yang tersusun dengan penuh makna akan hidup dan dapat dilihat oleh audiens di ruang publik.
Alhasil, kata-kata indah ini dapat menggerakkan tindakan (membeli atau mencari tahu sebuah produk atau jasa) melalui media iklan luar ruang yang strategis dan mudah dilihat banyak orang.
Untuk memahami lebih dalam terkait copywriting, mulai dari pengertian, formula, hingga tips membuat yang menarik, Anda bisa baca artikel di bawah ini!
Pengertian Copywriting
Copywriting adalah proses penulisan materi pemasaran dan promosi secara persuasif untuk memotivasi orang mengambil beberapa bentuk tindakan, seperti pembelian, mengklik tautan, menyumbang untuk suatu tujuan, atau menjadwalkan konsultasi produk atau jasa.
Lebih dari sekadar tulisan, teks persuasif ini merupakan upaya memahami psikologi manusia terkait apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan butuhkan, lalu menerjemahkannya menjadi pesan menyentuh hati sekaligus mendorong respons.
Selain itu, teks persuasif ini juga menjadi kunci yang membedakan sebuah brand dari keramaian. Kata-kata yang tepat dapat mengubah produk biasa menjadi sesuatu yang bernilai, menghadirkan solusi, dan membuat audiens merasa dimengerti.
Biasanya, brand mengiklankan teks persuasif melalui berbagai saluran promosi seperti media cetak, daring, atau bahkan iklan luar ruang atau Out of Home (OOH) Advertising seperti billboard, baliho, papan reklame, videotron, hingga bus dan KRL.
Secara sederhana, copywriting memiliki tujuan yakni membangun koneksi, memperkuat citra brand, dan menciptakan keinginan untuk bertindak.
Tujuan Copywriting
Copywriting memiliki banyak tujuan yang berguna untuk memberikan dampak keuntungan finansial bagi sebuah brand. Lantas apa saja tujuannya?
- Menarik Perhatian Audiens di Ruang Publik
Di dunia yang penuh hiruk-pikuk pesan visual dan digital, teks persuasif adalah “sentuhan pertama” untuk menghentikan langkah audiens dan membuat mereka menoleh hanya dengan satu kalimat yang tepat.
- Membangun Ketertarikan Audiens
Teks persuasif memancing rasa penasaran seperti pintu kecil yang baru terbuka, untuk mengundang audiens masuk lebih dalam dan ingin tahu apa yang terjadi di balik pesan tersebut.
Salah satu contoh kata-kata yang mampu membangun ketertarikan audiens adalah ketika Chitato mengeluarkan copy “Life is Never Flat”. Copy tersebut terasa singkat, padat, dan langsung menempel di benak audiens.
- Meningkatkan Penjualan
Setelah perhatian audiens didapat, teks persuasif menjadi alat yang menuntun mereka menuju langkah selanjutnya, yakni membuat keputusan untuk membeli.
Pada tahap ini, kata-kata memainkan peran penting dalam menggerakkan hati dan pikiran agar berani mengambil tindakan.
Tujuan akhirnya tentu untuk mendorong terjadinya penjualan secara langsung, menghadirkan dorongan halus namun kuat yang membuat audiens merasa yakin dengan pilihan mereka.
- Membentuk Citra dan Identitas Merek
Copywriting hadir sebagai suara yang membuat brand terlihat berbeda, memiliki kepribadian, dan mudah dikenali di mana pun ia tampil. Copy yang mampu menunjukkan identitas merek yang kuat adalah dari Mie Sedaap dengan tagline-nya “Jelas Terasa Sedaapnya”.
- Meningkatkan Brand Awareness
Brand awareness juga menjadi tujuan utama tatkala sebuah brand membuat copy yang menarik perhatian publik. Pasalnya, dengan copy yang menari, sebuah brand mampu meningkatkan brand awareness, dan akan menghasilkan potensi penjualan.
Jenis-Jenis Copywriting
Jenis-jenis copywriting dapat membuat iklan menjadi lebih menarik dan sesuai dengan target audiens yang dituju. Terdapat 11 jenis yang bisa Anda gunakan sebagai pelaku bisnis, yakni;
1. Brand Copywriting
Brand copywriting menjadi pondasi dalam membangun identitas sebuah merek. Copy ini juga berguna untuk menjalin hubungan emosional dengan audiens dan menempelkan ingatan mereknya di benak mereka.
Contoh copy brand yang paling terkenal adalah “Just Do It” dari Nike. Walaupun terkesan sederhana dan singkat, namun copy tersebut mampu menyampaikan nilai yang diusung dan manfaat produk dengan elegan.
2. Direct Response Copywriting
Jenis ini adalah mengajak audiens untuk langsung bertindak melalui call to action (CTA) yang ditulis secara persuasif. Biasanya, jenis copy ini ditujukan agar audiens langsung membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan.
Copy ini juga ditulis dengan memadukan bahasa yang emosional, urgensi, dan proporsi nilai untuk mendorong keterlibatan langsung.
3. Copywriting Konten
Penulisan copy terkait konten ditujukan untuk memberikan informasi yang menarik dan mendidik guna membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Biasanya, jenis copy ini diunggah melalui blog, artikel, atau panduan, agar audiens dapat membaca di mana saja dan kapan saja.
4. Copywriting Media Sosial
Jenis ini dibuat dalam bentuk beberapa kata atau karakter di sebuah unggahan media sosial (Instagram, TikTok, X, atau Facebook). Penulisan copy tersebut dibuat dengan teks dan visualisasi yang menarik dan tidak membuat mata sakit, agar audiens dapat menyukainya dalam hitungan detik.
5. Copywriting SEO
Penulisan ini ditujukan agar eksistensi brand di dunia maya, utamanya search engine tetap kuat. Dengan menggabungkan kata kunci dengan kebutuhan audiens, sebuah brand akan memenangkan algoritma di dunia digital dan akan berdampak pada penjualan secara nominal.
6. Email Copywriting
Copywriting email berguna bagi sebuah brand untuk menumbuhkan prospek penjualan dan mempertahankan hubungan dengan konsumen.
Biasanya, brand menggunakan copy yang dipersonalisasi, pembaruan informatif, dan penawaran persuasif untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta keinginan audiens.
7. Technical Copywriting
Jenis ini adalah bagaimana sebuah brand membuat copy dengan bahasa yang mudah dipahami orang awam terkait hal-hal rumit seperti teknologi, perangkat lunak, atau ilmu pengetahuan).
8. Copywriting Kreatif
Copy di jenis ini berfokus pada isi konten yang mampu membuat banyak orang terkesan dan tidak memalingkan pandangan dari iklan Anda.
Biasanya, teks persuasif ini memadukan keunggulan dari sebuah produk dengan unsur humor yang diketahui oleh banyak orang.
9. Copywriting Humas
Ini adalah aspek penting dalam siaran pers dan komunikasi resmi sebuah brand. Biasanya, jenis ini ditujukan untuk membagikan berita terbaru dan update berkala ke publik, media, dan stakeholders.
10. UI/UX Copywriting
UI/UX copywriting memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman user dalam antarmuka digital. Selain itu, copy ini juga memastikan user dapat menavigasi antarmuka dengan lancar.
11. Copywriting Produk
Copy ini dapat mengubah detail produk yang biasa-biasa saja menjadi narasi yang memikat. Copywriting produk pun dapat memandu keputusan pembelian dengan menyoroti manfaat, mengatasi masalah, dan menciptakan rasa urgensi.
Baca juga:
Formula Copywriting
Banyak formula yang dapat membuat penjualan brand Anda meningkat secara signifikan.
Berikut ini formula yang paling umum dan efektif digunakan oleh banyak brand di berbagai saluran promosi, seperti billboard atau videotron.
1. Awareness-Interest-Desire-Action (AIDA)
AIDA merupakan formula umum yang digunakan oleh banyak brand untuk mengenalkan produk atau jasanya ke audiens secara luas. Adapun tahapan dalam formula tersebut, yakni;
- Kesadaran: Tahap ini digunakan banyak brand untuk mengenalkan produk atau jasa ke calon konsumen.
- Minat: Tahap selanjutnya, banyak brand menunjukkan ke calon konsumen mengapa apa yang Anda tawarkan itu sesuai dengan kebutuhan atau keinginan mereka.
- Keinginan: Sebagai brand, Anda dapat memberikan penawaran terbatas agar konversi dari minat ke keinginan jadi cepat.
- Tindakan: Di tahap ini, Anda mengarahkan audiens untuk berkunjung ke website atau media sosial untuk melakukan pembelian.
2. Problem-Agitate-Solution (PAS)
Formula ini melibatkan audiens untuk mengidentifikasi masalah, mengedukasi mereka, dan menawarkan solusi dari brand Anda.
- Pengenalan Masalah: Audiens Anda mungkin belum tentu tahu masalah yang mereka hadapi. Untuk itu, Anda dapat memberikan informasi atau edukasi mengenai masalah yang beririsan dengan produk atau jasa Anda.
- Agitasi Masalah: Langkah selanjutnya adalah menyoroti masalah untuk meningkatkan keterkaitan dan membantu audiens Anda memahami gambaran lengkap tantangan mereka.
- Beri Solusi: Tahap terakhir adalah di mana Anda memperkenalkan solusi untuk masalah yang disebutkan, idealnya produk atau layanan Anda.
3. Before-After Bridge (BAB)
BAB adalah formula klasik yang bisa dilihat di mana-mana, mulai dari iklan televisi tahun 90-an hingga pemasaran modern.
- Langkah pertama untuk membuat copy berdasar formula ini adalah Anda perlu memberikan wadah bagi audiens sebelum mereka menemukan solusinya.
- Langkah kedua adalah tunjukkan kepuasan pelanggan setelah solusi yang Anda berikan.
- Ketiga, Anda bisa menyajikan produk atau jasa sebagai jembatan antara sebelum dan sesudah audiens mencoba apa yang Anda tawarkan.
4. Clear-Concise-Compelling-Credible (The 4 Cs)
4C adalah akronim untuk menilai apakah kampanye brand Anda jelas, ringkas, menarik, dan kredibel.
- Jelas yang di mana konten Anda harus mudah dipahami oleh banyak orang, baik yang awam atau ekspertis.
- Ringkas, Anda juga perlu membuat kampanye brand tidak bertele-tele dan membuat audiens malas untuk membacanya atau mendengarkannya.
- Menarik dengan kata lain iklan Anda harus relevan dan membuat audiens ingin terus menonton. Gunakan bahasa dan gaya yang sesuai dengan mereka, sehingga pesan terasa dekat dan mudah diingat.
- Kredibel: Iklan brand Anda harus dapat dipercaya dan tidak boleh membuat klaim berlebihan atau asal-asalan demi menarik perhatian audiens.
6. Promise-Picture-Proof-Push (The 4 Ps)
Formula ini adalah model terbaru dari AIDA. Bedanya, formula ini menunjukkan audiens bagaimana cara melakukannya.
- Ini adalah bagian awal ketika Anda menarik perhatian orang. Anda memberi tahu mereka “Apa manfaat yang akan mereka dapatkan?”
- Setelah membuat janji, Anda harus menjelaskan bagaimana janji itu akan dipenuhi. Di sini Anda menunjukkan manfaat produk atau solusi dengan jelas.
- Agar orang percaya, Anda perlu menunjukkan bukti nyata. Bukti bisa berupa testimoni, studi, sebelum–sesudah, atau fakta lain yang meyakinkan.
- Bagian terakhir adalah memberi ajakan yang mudah dilakukan oleh audiens, misalnya: “Coba sekarang,” “Klik link ini,” atau “Daftar gratis.”
Tips Membuat Copywriting yang Menarik untuk Bisnis
Untuk menciptakan teks persuasif yang menarik bagi bisnis, langkah utama adalah memahami secara mendalam siapa target audiens Anda, mulai dari kebutuhan, tantangan, hingga bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.
Setelah itu, buatlah pesan yang sederhana namun kuat, dengan fokus pada manfaat nyata yang akan mereka dapatkan, bukan sekadar fitur produk.
Gunakan judul yang memikat dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu, lalu dukung dengan kalimat yang singkat, jelas, dan persuasif.
Jangan lupa menyertakan call to action yang spesifik agar audiens tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Selain itu, penting untuk bermain dengan emosi, menggunakan storytelling, serta menjaga konsistensi tone sesuai brand Anda.
Terakhir, selalu lakukan pengujian dan evaluasi untuk mengetahui gaya copy mana yang paling efektif dalam meningkatkan konversi.
Perluas Jangkauan Copywriting Brand Anda dengan Media OOH
Memperluas jangkauan copywriting melalui iklan luar ruang atau Out-of-Home (OOH) adalah strategi efektif mendapatkan audiens dalam skala besar dan meningkatkan visibilitas merek.
Media OOH seperti billboard, baliho, videotron, transportasi publik, hingga display di pusat perbelanjaan memungkinkan pesan brand Anda tampil di ruang publik yang ramai dan strategis.
Apalagi, jika Anda bekerja sama dengan perusahaan OOH terbaik di Indonesia, seperti OTOMEDIA, jangkauan pesan brand Anda bisa maksimal didapatkan.
Pasalnya, perusahaan OOH di Indonesia tersebut sudah berkiprah lebih dari 10 tahun di industri iklan luar ruang dengan ragam keunggulannya.
- Jaringan transportasi publik yang luas: OTOMEDIA memiliki jaringan transportasi publik yang luas, memungkinkan brand untuk eksis di segala jenis transum.
- Fast response 24/7: Didukung dengan tim yang profesional, OTOMEDIA, siap membantu brand untuk mencapai targetnya selama 24/7.
- GPS Tracking System: OTOMEDIA menghadirkan GPS tracking system agar efektivitas iklan sebuah brand bisa didata secara transparan.
So, ingin merasakan dampak yang signifikan dari OTOMEDIA guna memperluas jangkauan copywriting Anda?
Jelajahi berbagai strateginya bersama OTOMEDIA agar pesan brand Anda lebih mudah diingat di ruang publik!


