Pernah nggak sih, Anda melihat iklan di jalan, di handphone, bahkan di dalam transportasi umum? Pastinya pernah kan. Sebenarnya iklan itu punya banyak sekali jenis, lho. Nggak cuma berdasarkan medianya aja, tapi juga dilihat dari fungsi dan tujuannya. Pada artikel ini kami ajak Anda untuk memahami berbagai jenis iklan dan mana yang paling efektif untuk bisnis agar promosi yang dijalankan brand Anda bisa lebih tepat sasaran.
Jenis Iklan Berdasarkan Fungsi dan Tujuannya
Secara sederhana, iklan adalah bentuk komunikasi yang dirancang untuk menyampaikan pesan promosi kepada audiens baik untuk memperkenalkan produk, layanan, ide, maupun brand. Nah, dari definisi itu, iklan kemudian bisa dipecah menjadi beberapa jenis sesuai fungsi dan tujuannya:
Iklan Komersial
Jenis iklan yang paling umum dan tentunya sering Anda jumpai dalam aktivitas sehari-hari. Jenis iklan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa. Contohnya seperti iklan makanan, handphone, hingga kendaraan.
Iklan Non-Komersial
Jenis iklan yang biasanya dibuat bukan untuk mendapatkan keuntungan secara langsung. Jenis iklan ini sering dipakai oleh lembaga pemerintah, organisasi, atau bahkan yayasan untuk menyampaikan pesan tertentu.
Iklan Layanan Masyarakat
Masih termasuk iklan non-komersial, tapi fokusnya lebih kepada edukasi terhadap masyarakat. Jenis iklan ini sering muncul di TV atau media sosial, dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu tertentu.
Ingin tahu pengertian iklan secara lengkap, termasuk unsur dan citra merek yang dibangunnya? Baca selengkapnya di Pengertian Iklan: Jenis, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya untuk Bisnis.
Jenis Iklan Berdasarkan Media yang Digunakan
Setelah mengenal iklan, sekarang kita ulik lebih detail mengenai media apa saja yang bisa digunakan untuk beriklan. Ada banyak sekali jenis iklan berdasarkan medianya, mulai dari OOH, digital, cetak, hingga elektronik.
1. Iklan Luar Ruang (Out of Home/OOH)
Iklan OOH (Out-of-Home Advertising) adalah jenis iklan yang menjangkau audiens saat mereka berada di luar ruangan. Iklan ini biasanya ditempatkan di ruang publik seperti jalan raya, pusat perbelanjaan, transportasi umum, stasiun, atau tempat-tempat dengan lalu lintas tinggi lainnya.
Contoh media Iklan OOH:
- Statis OOH bersifat tetap dan menggunakan media fisik, contohnya seperti billboard, spanduk & baliho, bahkan poster di halte atau stasiun.
- Digital OOH adalah versi digital dari iklan luar ruang, yang ditampilkan di layar digital di ruang publik. Berbeda dengan OOH statis, DOOH bersifat dinamis, bisa berubah-ubah kontennya secara otomatis, dan bahkan bisa interaktif.
- Transportasi OOH memanfaatkan sarana transportasi sebagai media iklan, meliputi bus, taksi, angkot, atau kereta.
Laporan Lestari Ads (2026) mencatat banyak pengiklan di Indonesia kini mengalokasikan 10–20% dari total anggaran media offline dan online untuk OOH pada kampanye nasional, seiring bergesernya fokus brand global dari digital-first menuju kanal yang memberi dampak nyata di dunia offline.
2. Iklan Digital
Iklan digital adalah bentuk periklanan yang menggunakan media digital dan internet untuk menjangkau audiens secara online. Iklan ini bisa muncul di berbagai platform seperti website, media sosial, search engine (google), dan video streaming. Media iklan ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan audiens.
Data terbaru menunjukkan betapa dominannya kanal ini menurut laporan Sensor Tower yang dikutip Databoks (Juni 2026), pengeluaran iklan digital di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara selama kuartal I 2026. Secara global, data GoodStats (2024) juga mencatat belanja iklan digital dunia sudah mencakup lebih dari 60% dari total belanja iklan sejak 2023.
3. Iklan Cetak
Iklan media cetak adalah bentuk periklanan yang menggunakan media fisik yang dicetak untuk menyampaikan pesan kepada target audiens. Berbeda dengan OOH atau iklan digital, iklan cetak bersifat tangible (bisa disentuh langsung) dan biasanya ditemukan di media seperti koran, majalah, brosur, atau selebaran.
Contoh iklan dengan media cetak:
- Koran dan Majalah Menjangkau audiens yang luas dan cepat, selain hadir setiap hari. Targetnya biasanya orang-orang yang suka baca atau bisa menyasar segmen pasar tertentu.
- Brosur dan Pamflet Media iklan yang ringkas dan mudah dibagikan di tempat umum atau event. Cocok untuk promosi lokal atau event-event tertentu.
Perlu dicatat, tren belanja iklan cetak konvensional memang cenderung menurun beberapa tahun terakhir seiring pergeseran ke digital, sebagaimana dicatat GoodStats (2025) berdasarkan data Nielsen Company yang dipublikasikan di Statista namun media ini tetap relevan untuk segmen pembaca loyal dan promosi lokal tertentu.
4. Iklan Elektronik
Jenis media iklan elektronik masih jadi andalan banyak brand besar, terutama yang mau menjangkau audiens lebih besar. Media ini bisa mencakup radio, televisi, bioskop, hingga layar digital di tempat umum.
Manfaat Mengetahui Jenis-Jenis Iklan
Mengetahui jenis iklan memberikan banyak manfaat, terutama bagi pelaku bisnis yang ingin menyusun strategi promosi secara efektif. Dengan tahu jenis-jenis iklan, Anda bisa lebih tepat sasaran dalam beriklan.
- Strategi Pemasaran Jadi Lebih Efektif, Setiap bisnis punya kebutuhan yang berbeda-beda. Jenis iklan yang cocok di satu bisnis, belum tentu cocok di bisnis lain.
- Pemilihan Media yang Tepat, Dengan memahami berbagai jenis iklan, Anda bisa memilih media yang paling sesuai dengan tujuan brand Anda.
Tips Memilih Jenis Iklan Sesuai Kebutuhan Bisnis
- Kenali Target Audiens, Pahami siapa yang paling mungkin tertarik, membutuhkan, atau membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan.
- Tentukan Tujuan Kampanye, Mau dikenal? Mau produk Anda cepat laku? Menentukan tujuan kampanye membantu Anda memahami apa yang ingin dicapai dari upaya iklan brand Anda.
Iklan bukan sekadar pasang gambar dan tulisan. Ada strategi di balik semua itu. Dengan tahu jenis iklan berdasarkan fungsi, media, dan tujuan, Anda bisa lebih pintar memilih strategi pemasaran yang lebih efektif untuk bisnis Anda.
Nah, buat sobat Otomedia yang mau tampilkan iklan di media yang berbeda, iklan luar ruang atau OOH bisa jadi solusi yang efektif! Otomedia hadir sebagai solusi masalah iklan OOH nomor satu di Indonesia dengan spesialisasi pada media transportasi umum. Yuk, mulai tentukan jenis iklan yang paling pas buat bisnis Anda!
FAQ Seputar Jenis Iklan
Apa saja jenis-jenis iklan berdasarkan medianya?
Jenis iklan berdasarkan media meliputi iklan luar ruang (OOH, terbagi lagi menjadi statis, digital, dan transportasi), iklan digital di platform online, iklan cetak di koran/majalah/brosur, serta iklan elektronik lewat radio, televisi, dan bioskop.
Apa saja jenis iklan berdasarkan tujuannya?
Berdasarkan tujuannya, iklan terbagi menjadi iklan komersial (berorientasi penjualan), iklan non-komersial (edukasi dan kesadaran publik), dan iklan layanan masyarakat (fokus pada isu sosial tertentu).
Sudah Tahu Jenis Iklan yang Tepat? Saatnya Eksekusi Bersama Otomedia
Dari semua jenis iklan di atas, OOH khususnya media transportasi terbukti unggul untuk membangun brand awareness jangka panjang karena menjangkau audiens berulang kali dalam rutinitas harian mereka, tanpa risiko ad-blocker atau skip seperti di iklan digital.
Otomedia menghadirkan ketiga kategori media OOH sekaligus, sehingga Anda bisa memilih atau mengombinasikan sesuai kebutuhan kampanye:
- Media OOH Transportasi branding bus, TransJakarta, KRL, dan angkot untuk menjangkau audiens selama perjalanan
- Media OOH Statis billboard, baliho, dan branding di halte, stasiun, hingga rest area
- Media OOH Digital digital signage dan videotron untuk tayangan yang dinamis dan terukur
Ditambah GPS tracking, monitoring 24/7, dan tim yang siap bantu Anda menentukan jenis iklan paling sesuai dengan target audiens dan anggaran Otomedia jadi partner yang pas untuk eksekusi, bukan sekadar teori.