Di tengah padatnya informasi yang diterima konsumen setiap hari, tantangan sebuah brand bukan lagi sekadar muncul di hadapan audiens. Brand perlu terlihat, dikenali, lalu diingat ketika konsumen membutuhkan produk atau layanan tertentu. Salah satu media yang dapat membantu membangun proses tersebut adalah Out of Home Advertising atau OOH Advertising.
OOH Advertising merupakan media periklanan yang menjangkau audiens ketika mereka berada di luar rumah. Bentuknya beragam, mulai dari billboard, baliho, videotron, media transportasi, street furniture, hingga media yang ditempatkan di berbagai ruang publik.
Manfaat Out of Home Advertising untuk brand awareness adalah meningkatkan visibilitas dan membantu audiens mengenali serta mengingat sebuah brand melalui eksposur di ruang publik. Ketika lokasi, frekuensi, desain, dan pesan iklan direncanakan dengan tepat, OOH dapat membuat kehadiran brand semakin kuat dalam keseharian target audiens.
Namun, bagaimana sebenarnya OOH membantu meningkatkan brand awareness? Mari membahasnya lebih dalam.
Apa Itu Brand Awareness?
Brand awareness adalah tingkat kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah merek dalam kategori produk tertentu. Sebagai contoh, ketika seseorang membutuhkan layanan transportasi, minuman, produk kecantikan, perbankan, atau layanan digital, beberapa nama brand mungkin langsung muncul dalam pikirannya.
Kemampuan sebuah brand untuk muncul dalam proses tersebut tidak terbentuk dalam satu kali interaksi. Awareness berkembang melalui berbagai pengalaman dan paparan terhadap brand, baik melalui produk, rekomendasi, media digital maupun media offline.
Karena itu, brand awareness tidak sebatas menjawab pertanyaan, “Apakah konsumen pernah melihat brand ini?”
Brand juga perlu mengetahui:
- apakah audiens mengenali identitas brand
- apakah mereka mengingat namanya
- apakah mereka memahami kategori produk yang ditawarkan
- dan apakah brand muncul dalam pikiran ketika kebutuhan tertentu muncul.
Dalam konteks tersebut, OOH Advertising memiliki keunggulan karena membawa identitas brand langsung ke ruang tempat audiens melakukan aktivitas sehari-hari.
Mengapa Out of Home Advertising Efektif untuk Brand Awareness?
OOH bekerja berdasarkan salah satu prinsip penting dalam pembangunan awareness: visibility dan repeated exposure. Sebuah billboard di jalur perjalanan, iklan pada transportasi umum, atau videotron di kawasan komersial dapat mempertemukan audiens dengan brand dalam konteks dunia nyata. Apabila seseorang melewati rute yang sama secara rutin, kemungkinan terjadinya paparan berulang pun meningkat. Paparan tersebut tidak otomatis membuat seseorang membeli produk. Namun, untuk kampanye awareness, fungsi utamanya memang berbeda: membuat brand semakin familiar dan lebih mudah dikenali atau diingat.
Inilah alasan mengapa kampanye OOH sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah transaksi langsung. Dampaknya juga perlu dilihat melalui perkembangan awareness, search interest, brand recall, website visit, social engagement, hingga respons audiens setelah kampanye berlangsung.
7 Manfaat Out of Home Advertising untuk Brand Awareness
1. Meningkatkan Visibilitas Brand di Ruang Publik
Sebelum sebuah brand dapat diingat, brand tersebut harus lebih dahulu terlihat. OOH memberikan ruang bagi brand untuk tampil di jalan utama, kawasan bisnis, area komersial, fasilitas transportasi, hingga berbagai lokasi dengan mobilitas audiens tinggi. Kehadiran tersebut membuat brand memiliki physical visibility yang tidak sepenuhnya bergantung pada aktivitas audiens di sebuah platform digital. Bagi brand baru, visibility membantu memperkenalkan keberadaan merek. Sementara bagi brand yang sudah dikenal, kehadiran OOH dapat berfungsi sebagai pengingat bahwa brand tersebut masih aktif dan relevan.
2. Mendorong Repeated Exposure
Brand awareness jarang terbentuk hanya dari satu paparan. Audiens biasanya membutuhkan beberapa interaksi sebelum nama, logo, warna, atau pesan sebuah brand mulai terasa familiar. OOH memungkinkan terjadinya repeated exposure, terutama jika media berada pada jalur dengan pola perjalanan yang berulang. Misalnya, seseorang mungkin melihat billboard yang sama setiap kali berangkat ke kantor. Pengguna transportasi umum juga dapat menemukan iklan sebuah brand berulang kali di stasiun, kendaraan, atau titik transit. Semakin konsisten identitas brand terlihat, semakin besar kesempatan bagi elemen visual dan nama brand masuk ke memori audiens.
3. Membantu Meningkatkan Brand Recognition
Brand recognition adalah kemampuan konsumen mengenali sebuah brand ketika melihat elemen yang berkaitan dengannya, seperti logo, warna, kemasan, tagline, atau karakter visual tertentu. Ukuran media OOH memberi brand kesempatan untuk menampilkan identitas visual dengan kuat. Namun, desainnya tidak perlu dipenuhi terlalu banyak informasi. Untuk tujuan recognition, visual yang khas, logo yang terlihat, pesan sederhana, serta konsistensi warna sering kali jauh lebih berguna daripada memasukkan seluruh informasi produk dalam satu materi iklan. Tujuannya sederhana: ketika audiens menemukan identitas yang sama di kanal lain, mereka dapat berkata, “Saya pernah melihat brand ini.”
4. Memperkuat Brand Recall
Recognition dan recall merupakan dua konsep yang berhubungan, tetapi tidak sama. Brand recognition terjadi ketika konsumen dapat mengenali brand setelah melihat suatu petunjuk. Sementara brand recall terjadi ketika konsumen mampu mengingat brand tanpa harus melihat petunjuk tersebut terlebih dahulu. OOH dapat membantu proses menuju brand recall melalui paparan yang konsisten.
Misalnya, seseorang berulang kali melihat sebuah brand makanan ketika melewati kawasan tertentu. Beberapa hari kemudian, ketika ingin membeli produk dalam kategori tersebut, nama brand yang pernah dilihat dapat muncul kembali dalam ingatan. Kemampuan tersebut penting karena brand yang mudah diingat memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam pertimbangan konsumen.
5. Membangun Kehadiran Brand pada Lokasi yang Relevan
Salah satu kekuatan OOH adalah hubungan antara pesan, audiens, dan lokasi. Pemilihan lokasi memungkinkan brand membangun awareness dalam konteks tertentu. Brand B2B, misalnya, dapat mempertimbangkan kawasan bisnis. Brand yang menyasar commuter dapat memilih media transportasi. Sementara bisnis dengan target pasar lokal dapat memperkuat eksistensinya di area sekitar titik penjualan. Artinya, lokasi OOH sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan seberapa ramai sebuah titik.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah orang yang berada di lokasi tersebut sesuai dengan target audiens brand?
Traffic yang tinggi akan kurang berarti apabila audiens yang melewatinya tidak relevan dengan produk.
6. Memperkuat Kampanye Digital dan Search
OOH dan digital marketing tidak harus diposisikan sebagai dua strategi yang terpisah. Audiens dapat melihat sebuah brand melalui billboard atau media transportasi, kemudian mencari nama brand tersebut di Google, membuka media sosialnya, atau mengunjungi website ketika memiliki waktu. Karena itu, kampanye awareness yang kuat sebaiknya memperhatikan perjalanan offline-to-online. Pastikan nama brand mudah dibaca dan dicari. Landing page juga perlu memberikan informasi yang konsisten dengan pesan pada OOH.
Strategi ini menciptakan perjalanan sederhana:
Melihat brand → mengenali → tertarik → mencari → mempelajari → mempertimbangkan.
Dengan demikian, OOH dapat berperan sebagai pemicu awareness, sementara search, website, dan kanal digital menangkap intent yang muncul setelah audiens mengenal brand.
7. Membantu Brand Menjadi Top of Mind
Tingkat awareness yang paling bernilai terjadi ketika sebuah brand menjadi salah satu nama pertama yang muncul saat konsumen memikirkan kategori tertentu. Kondisi tersebut sering disebut sebagai top-of-mind awareness. OOH tidak otomatis membuat sebuah brand menjadi top of mind. Namun, kehadiran yang luas, konsisten, relevan, dan didukung komunikasi dari kanal lain dapat membantu meningkatkan mental availability sebuah merek. Dengan kata lain, brand semakin mudah muncul dalam ingatan ketika konsumen menghadapi situasi pembelian yang relevan.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Brand Awareness?
Untuk meningkatkan brand awareness, brand perlu memperluas jangkauan kepada target audiens, mempertahankan identitas yang konsisten, meningkatkan frekuensi paparan, memilih pesan yang mudah diingat, dan hadir melalui kanal yang relevan dengan kebiasaan konsumen. Strateginya dapat dilakukan melalui beberapa langkah.
- Pertama, tentukan dengan jelas siapa target audiens yang ingin dijangkau. Brand tidak harus dikenal semua orang. Awareness yang tinggi pada kelompok yang relevan jauh lebih berharga.
- Kedua, gunakan identitas visual secara konsisten. Logo, warna, tone komunikasi, dan pesan utama perlu mudah dikenali pada OOH, website, media sosial, maupun kanal lainnya.
- Ketiga, tingkatkan reach dan frequency. Reach membantu memperluas jumlah audiens yang mengenal brand, sedangkan frequency meningkatkan kemungkinan mereka mengingatnya.
- Keempat, buat pesan yang sederhana. Dalam konteks OOH, audiens sering melihat iklan sambil bergerak. Pesan utama harus dapat dipahami dengan cepat.
- Kelima, kombinasikan OOH dengan kanal digital. Search, social media, content marketing, dan landing page dapat menangkap rasa ingin tahu yang muncul setelah seseorang melihat iklan offline.
- Terakhir, ukur perubahan awareness sebelum, selama, dan setelah kampanye jika memungkinkan.
Apa Saja 4 Indikator Brand Awareness?
Empat indikator yang dapat digunakan untuk memahami tingkat brand awareness adalah brand recognition, brand recall, top-of-mind awareness, dan brand knowledge atau pemahaman audiens terhadap brand.
1. Brand Recognition
Brand recognition menunjukkan apakah audiens dapat mengenali brand ketika diberikan petunjuk seperti logo, nama, kemasan, atau elemen visual.
Contoh pertanyaan pengukuran:
“Manakah dari beberapa brand berikut yang pernah Anda lihat atau kenali?”
2. Brand Recall
Brand recall mengukur kemampuan audiens mengingat suatu brand tanpa diberikan nama brand sebagai petunjuk utama.
Contohnya:
“Brand apa yang Anda ingat ketika memikirkan kategori produk X?”
3. Top-of-Mind Awareness
Top of mind menunjukkan brand pertama yang muncul dalam pikiran konsumen ketika suatu kategori disebutkan. Semakin sering sebuah brand menjadi jawaban pertama, semakin kuat posisinya dalam memori audiens.
4. Brand Knowledge
Awareness yang baik tidak berhenti pada kemampuan mengenali nama. Audiens idealnya juga memahami apa yang ditawarkan brand, kategori produknya, atau atribut utama yang membedakannya. Karena itu, brand knowledge membantu melihat apakah eksposur yang terjadi menghasilkan pemahaman yang benar, bukan sekadar familiaritas terhadap nama.
Apa Saja 4 Tahapan Brand Awareness?
Secara praktis, perkembangan brand awareness dapat dipetakan dalam empat tahapan: unaware of brand, brand recognition, brand recall, dan top of mind.
Tahap 1: Unaware of Brand
Pada tahap ini, audiens belum mengetahui keberadaan brand. Tujuan komunikasi adalah menciptakan paparan awal dan memperkenalkan identitas brand. OOH dapat membantu memperluas tahap discovery karena brand tampil pada ruang publik yang menjadi bagian dari aktivitas target pasar.
Tahap 2: Brand Recognition
Audiens mulai mengenali nama atau identitas visual brand setelah melihatnya. Mereka belum tentu dapat mengingat brand secara spontan, tetapi merasa familiar ketika menemukannya kembali.
Tahap 3: Brand Recall
Pada tahap ini, konsumen sudah dapat mengingat brand ketika memikirkan kategori atau kebutuhan tertentu. Ini menandakan asosiasi antara brand dan kategori mulai terbentuk dalam memori.
Tahap 4: Top of Mind
Brand menjadi salah satu nama pertama—atau bahkan nama pertama—yang terpikir oleh konsumen. Mencapai tahap ini membutuhkan konsistensi komunikasi dan pengalaman brand dalam jangka panjang. OOH dapat menjadi salah satu komponen yang memperkuat proses tersebut bersama kanal marketing lainnya.
Apa Saja yang Mempengaruhi Brand Awareness?
Brand awareness dipengaruhi oleh jangkauan komunikasi, frekuensi paparan, konsistensi identitas, kekuatan pesan, relevansi audiens, pengalaman pelanggan, diferensiasi brand, serta integrasi berbagai kanal pemasaran. Dalam kampanye OOH, beberapa faktor berikut perlu mendapat perhatian khusus.
Lokasi Media
Lokasi menentukan siapa yang berpotensi melihat iklan. Karena itu, pemilihan titik sebaiknya mempertimbangkan profil audiens dan pola mobilitas, bukan sekadar traffic.
Frekuensi Paparan
Paparan berulang membantu meningkatkan familiarity. Untuk itulah periode kampanye, jumlah media, rute, hingga distribusi titik dapat berpengaruh terhadap pembentukan awareness.
Kualitas Creative
Iklan yang terlihat belum tentu diingat. Creative perlu memiliki hierarki visual yang jelas, branding kuat, serta satu pesan utama yang mudah diproses.
Konsistensi Identitas
Logo, warna, tagline, visual, dan tone komunikasi yang berubah-ubah dapat menyulitkan audiens membentuk asosiasi. Sebaliknya, identitas yang konsisten membantu setiap exposure memperkuat exposure sebelumnya.
Relevansi Pesan
Pesan yang relevan terhadap kebutuhan, situasi, atau lingkungan audiens lebih berpeluang mendapat perhatian.
Integrasi dengan Channel Lain
Konsumen tidak hidup dalam satu channel. Mereka dapat melihat billboard pada pagi hari, menemukan konten media sosial pada siang hari, lalu melakukan pencarian Google pada malam hari. Konsistensi lintas channel membuat setiap interaksi saling memperkuat.
Bagaimana Cara Membuat OOH Lebih Efektif untuk Brand Awareness?
Keberhasilan kampanye OOH tidak hanya ditentukan oleh ukuran billboard atau banyaknya titik media. Untuk membangun brand awareness secara efektif, gunakan pendekatan audience-first. Mulailah dengan menentukan siapa yang perlu mengenal brand Anda, lalu petakan lokasi dan pola perjalanan mereka. Setelah itu, tentukan media yang paling sesuai. Selanjutnya, buat creative yang dapat dikenali dalam waktu singkat.
Beberapa prinsip yang dapat diterapkan adalah:
- tampilkan brand secara jelas;
- fokus pada satu pesan utama;
- gunakan headline yang ringkas;
- pertahankan kontras visual;
- hindari informasi yang tidak diperlukan;
- gunakan identitas yang konsisten dengan channel digital;
- pilih lokasi berdasarkan relevansi audiens;
- dan pertahankan frekuensi kampanye yang memadai.
OOH yang efektif bukan hanya terlihat besar, tetapi dapat membuat audiens memahami siapa brand yang berbicara dan apa yang ingin mereka ingat.
Bagaimana Mengukur Brand Awareness dari Kampanye OOH?
Brand awareness merupakan metrik yang lebih luas daripada klik atau transaksi langsung. Karena itu, evaluasi kampanye OOH sebaiknya menggunakan kombinasi beberapa indikator. Brand dapat melihat perubahan pada:
Brand recall dan recognition.
Gunakan survei untuk membandingkan tingkat pengenalan atau ingatan terhadap brand.
Branded search.
Pantau apakah pencarian yang menggunakan nama brand meningkat selama atau setelah periode kampanye.
Direct website traffic.
Perhatikan perubahan jumlah pengguna yang mengakses website secara langsung.
Social mentions dan engagement.
Creative OOH yang menarik terkadang memicu percakapan atau penyebaran konten secara organik.
QR code atau dedicated URL
Untuk kampanye tertentu, keduanya dapat membantu melacak respons langsung dari media.
Store visit atau inquiry.
Brand dengan lokasi fisik atau model bisnis berbasis leads dapat membandingkan perubahan kunjungan maupun inquiry pada wilayah kampanye. Jangan hanya menggunakan satu indikator untuk menyimpulkan keberhasilan. OOH bekerja pada berbagai tahap customer journey, sehingga pendekatan pengukurannya juga perlu melihat kombinasi antara exposure, awareness, consideration, dan action.
OOH Statis atau Digital untuk Brand Awareness?
Keduanya dapat digunakan untuk meningkatkan awareness, tetapi memiliki karakter yang berbeda. Statis OOH menggunakan materi yang tetap selama periode kampanye sehingga cocok untuk membangun pesan yang konsisten. Billboard, baliho, poster, neon box, dan street furniture merupakan beberapa format yang umum digunakan. Sementara Digital Out of Home atau DOOH memungkinkan materi ditampilkan melalui layar digital sehingga creative dapat lebih dinamis dan fleksibel.
Pemilihannya tidak harus didasarkan pada pertanyaan “mana yang lebih bagus”, melainkan format mana yang paling sesuai dengan tujuan, audiens, lokasi, creative, dan anggaran kampanye.
Baca juga: Statis OOH Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Strategi Efektifnya untuk Bisnis.
Manfaat OOH Tidak Berhenti pada Banyaknya Orang yang Melihat
Manfaat Out of Home Advertising untuk brand awareness bukan hanya memberikan exposure. Nilai sebenarnya muncul ketika exposure tersebut membantu audiens bergerak dari tidak mengenal brand menjadi mengenali, mengingat, lalu mempertimbangkannya ketika kebutuhan muncul.
Karena itu, kampanye OOH yang baik membutuhkan kombinasi antara pemilihan audiens, lokasi, creative, frekuensi, konsistensi brand, dan strategi lintas channel. Ketika seluruh elemen tersebut bekerja bersama, OOH dapat menjadi bagian penting dalam membangun brand presence yang kuat di dunia nyata sekaligus memperkuat aktivitas pemasaran digital.
Bangun Brand Awareness dengan Media OOH yang Tepat
Setiap brand memiliki target audiens dan kebutuhan kampanye yang berbeda. Karena itu, pemilihan billboard, media OOH digital, media transportasi, maupun format lainnya perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. OTOMEDIA menyediakan beragam pilihan media OOH untuk membantu brand menjangkau audiens di ruang publik dan membangun awareness melalui lokasi serta format media yang sesuai dengan kebutuhan campaign.
Ingin mengetahui media yang tersedia untuk campaign Anda?Lihat pilihan produk OOH OTOMEDIAdan temukan format media yang sesuai dengan target campaign brand Anda.
FAQ tentang Out of Home Advertising dan Brand Awareness
Apa manfaat Out of Home Advertising untuk brand awareness?
Out of Home Advertising membantu meningkatkan brand awareness dengan membuat brand lebih terlihat di ruang publik, menciptakan peluang paparan berulang, memperkuat brand recognition, serta membantu brand lebih mudah diingat ketika konsumen membutuhkan kategori produk tertentu.
Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan brand awareness?
Brand awareness dapat ditingkatkan dengan menentukan target audiens yang jelas, memperluas reach, meningkatkan frekuensi paparan, menjaga konsistensi identitas brand, membuat pesan yang mudah diingat, serta mengintegrasikan media offline seperti OOH dengan search, social media, website, dan kanal pemasaran lainnya.
Apa saja 4 indikator brand awareness?
Empat indikator yang dapat digunakan untuk mengukur brand awareness adalah brand recognition, brand recall, top-of-mind awareness, dan brand knowledge. Keempatnya membantu menunjukkan seberapa jauh audiens mengenal, mengingat, dan memahami sebuah brand.
Apa saja 4 tahapan brand awareness?
Empat tahapan brand awareness secara praktis adalah unaware of brand, brand recognition, brand recall, dan top of mind. Perjalanan tersebut menggambarkan perubahan dari konsumen yang belum mengenal brand hingga mampu mengingatnya secara spontan.
Apa saja yang mempengaruhi brand awareness?
Brand awareness dipengaruhi oleh reach, frekuensi paparan, kualitas creative, konsistensi identitas, relevansi pesan, diferensiasi brand, pengalaman pelanggan, serta integrasi komunikasi melalui berbagai channel.
Apakah OOH hanya cocok untuk brand besar?
Tidak. OOH dapat digunakan oleh brand nasional maupun bisnis yang menyasar pasar lokal. Skala dan jenis media perlu disesuaikan dengan target audiens, wilayah kampanye, tujuan, dan anggaran.
Apakah OOH bisa dikombinasikan dengan digital marketing?
Bisa. OOH dapat menciptakan awareness di dunia nyata, sementara search, social media, website, QR code, atau landing page dapat menangkap interest dan intent yang muncul setelah audiens melihat iklan.
Bagaimana mengetahui kampanye OOH berhasil meningkatkan awareness?
Brand dapat menggabungkan beberapa indikator seperti brand lift survey, perubahan brand recognition dan recall, branded search, direct website traffic, social mentions, inquiry, QR interaction, atau perubahan kunjungan pada wilayah yang menjadi target kampanye.


