Riset pasar adalah proses sistematis mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi tentang pasar, konsumen, kompetitor, dan lingkungan bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan. Aktivitas ini menjadi jurus jitu dalam memahami kebutuhan konsumen sekaligus dinamika pasar yang terus berkembang.
Pentingnya riset pasar ini bukan sekadar teori. Survei Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menemukan bahwa 74% pelaku UMKM di Indonesia meluncurkan produk baru tanpa riset pasar terlebih dahulu dan lebih mengandalkan feeling semata. Pola inilah yang membuat produk sulit diterima pasar meski promosinya gencar, karena kebutuhan konsumen sebenarnya tidak pernah dipetakan sejak awal.
Riset pasar pun tidak hanya penting bagi bisnis besar, tetapi juga UMKM dan startup. Bagi bisnis baru, riset pasar adalah pegangan awal untuk memastikan produk yang akan diluncurkan benar-benar dibutuhkan target pasar.
So, jika Anda ingin memahami lebih dalam terkait riset pasar mulai dari pengertian, ruang lingkup, tujuan, jenis, contoh, hingga langkah-langkahnya, simak artikel ini sampai selesai!
Apa Itu Riset Pasar?
Riset pasar adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi terkait pasar, konsumen, kompetitor, dan lingkungan bisnis secara menyeluruh, dengan tujuan menghasilkan keputusan bisnis yang lebih akurat dan berbasis data.
Aktivitas ini menjadi fondasi untuk memahami dinamika pasar, menemukan peluang tersembunyi, mendeteksi ancaman, serta menyusun strategi yang lebih akurat. Bagi perusahaan, riset pasar bukan hanya soal mendapatkan data, tetapi mendapatkan pemahaman yang bisa diolah menjadi keputusan strategis.
Definisi ini sejalan dengan sejumlah pakar pemasaran. Philip Kotler memaknai riset pemasaran sebagai perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data yang sistematis atas situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan. Sementara itu, American Marketing Association (AMA) mendefinisikannya sebagai fungsi yang menghubungkan konsumen dan publik dengan pemasar melalui informasi yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi peluang dan masalah pemasaran. Naresh K. Malhotra menambahkan bahwa riset pemasaran adalah identifikasi, pengumpulan, analisis, dan penyebarluasan informasi secara sistematis dan objektif untuk membantu manajemen mengambil keputusan.
Ketiga definisi ini menegaskan satu benang merah: riset pasar selalu bersifat sistematis, berbasis data, dan diarahkan untuk pengambilan keputusan, bukan sekadar mengumpulkan opini secara acak.
Riset pasar pun mencakup sejumlah kegiatan seperti memetakan kebutuhan konsumen, mengevaluasi potensi pasar, mengukur kekuatan kompetitor, hingga memprediksi tren industri. Dengan proses yang terstruktur, bisnis dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan efektivitas strategi promosi, pengembangan produk, distribusi, maupun penetapan harga.
Namun, riset pasar tidak bisa dilakukan sembarangan. Bisnis perlu menggabungkan dua pendekatan utama, kualitatif dan kuantitatif, agar mendapat gambaran yang utuh, mendalam, dan terukur secara akurat.
Riset Pasar Mencakup Apa Saja?
Riset pasar mencakup lima ruang lingkup utama, yaitu harga jual, produk, alat pemasaran, distribusi, dan konsumen.
- Harga Jual mengukur daya beli dan peluang penerimaan harga di mata konsumen.
- Produk mengevaluasi kegunaan, nilai, bentuk, hingga tingkat kepuasan terhadap produk.
- Alat Pemasaran menilai efektivitas kanal promosi yang digunakan, termasuk media digital maupun offline.
- Distribusi melihat seberapa efektif produk sampai ke tangan konsumen di berbagai titik.
- Konsumen menganalisis perilaku, kebutuhan, dan preferensi target pasar secara mendalam.
Kelima ruang lingkup ini saling berkaitan. Riset yang hanya berfokus pada satu aspek, misalnya harga saja, berisiko menghasilkan keputusan yang tidak utuh karena mengabaikan bagaimana produk, distribusi, dan perilaku konsumen saling memengaruhi keberhasilan bisnis di pasar.
Tujuan Riset Pasar
Tujuan utama riset pasar adalah mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat, mulai dari memahami konsumen, menilai peluang pasar, hingga menguji kelayakan produk sebelum diluncurkan secara luas.
Secara lebih rinci, tujuan riset pasar terbagi ke dalam beberapa poin berikut:
- Identifikasi Kebutuhan dan Perilaku Konsumen
Riset membantu mengungkap motivasi, preferensi, tingkat kepuasan, dan alasan konsumen memilih suatu produk atau brand tertentu.
- Menentukan Peluang dan Segmen Pasar yang Potensial
Dengan riset, bisnis dapat menemukan pasar baru yang belum dijangkau dan memahami segmen mana yang paling menguntungkan.
- Analisis Kompetitor
Riset pasar menilai kekuatan, kelemahan, strategi, pricing, dan positioning kompetitor sehingga bisnis dapat membangun diferensiasi yang lebih jelas.
- Evaluasi Produk dan Strategi Penjualan
Dengan riset, bisnis dapat mengukur efektivitas kampanye, performa produk, serta persepsi merek di mata konsumen.
- Tes Ombak (Uji Coba Pasar) untuk Produk Baru
Sebelum produk dirilis, riset pasar membantu memastikan apakah produk tersebut benar-benar memiliki permintaan dan peluang keberhasilan.
Apa Kelebihan Melakukan Uji Coba Pasar?
Kelebihan utama uji coba pasar (test market) adalah memungkinkan bisnis mengetahui respons konsumen nyata terhadap produk sebelum melakukan produksi dan distribusi dalam skala penuh. Dengan begitu, risiko kegagalan produk, pemborosan anggaran produksi, serta kesalahan strategi harga dapat diminimalkan sejak dini karena keputusan sudah didasarkan pada data lapangan, bukan asumsi.
Fungsi dan Manfaat Riset Pasar
Fungsi Riset Pasar
Secara fungsional, riset pasar berperan sebagai alat evaluasi, pemantauan, dan pengambilan keputusan bagi bisnis. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
- Mengevaluasi efektivitas program pemasaran yang sudah berjalan.
- Memantau performa produk dan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
- Menjadi dasar perencanaan strategi harga, distribusi, dan promosi.
- Membantu bisnis mendeteksi perubahan tren dan perilaku konsumen lebih awal.
Manfaat Riset Pasar
Selain fungsi di atas, riset pasar juga memberikan sejumlah manfaat strategis, salah satunya membantu menentukan unique selling point. Manfaat lainnya yakni:
- Mengurangi Risiko Bisnis Keputusan berbasis data jauh lebih aman daripada keputusan berdasarkan asumsi.
- Meningkatkan Kepuasan Konsumen Bisnis lebih mudah meningkatkan kualitas produk, layanan, dan pengalaman pelanggan.
- Menentukan Strategi Harga yang Lebih Akurat Harga ditetapkan berdasarkan daya beli dan persepsi konsumen yang riil.
- Merelevansikan Bisnis dengan Tren Pasar Bisnis tetap kompetitif di tengah dinamika pasar yang cepat berubah.
- Mendukung Pengembangan Produk Insight dari riset menjadi dasar inovasi produk, varian baru, atau perbaikan fitur.
Jenis-Jenis Riset Pasar
Jenis-jenis riset pasar terdiri dari beberapa kategori yang memiliki fungsi berbeda sesuai tujuan bisnis. Setiap jenis memberikan kedalaman informasi yang unik, mulai dari eksplorasi awal, penggambaran perilaku konsumen, niche market, hingga analisis sebab-akibat dan prediksi.
1. Riset Eksploratif
Riset eksploratif digunakan pada tahap awal ketika masalah bisnis belum terdefinisi dengan jelas. Riset ini bertujuan mengeksplorasi kemungkinan, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen, serta mengarah pada hipotesis awal. Karakteristiknya menggunakan pendekatan kualitatif, fleksibel, dan tidak membutuhkan sampel besar, dengan metode wawancara mendalam, FGD, observasi langsung, atau analisis konten.
2. Riset Deskriptif
Riset deskriptif menggambarkan karakteristik pasar, profil konsumen, pola perilaku, preferensi, serta hubungan antarvariabel yang ada saat ini. Data yang dihasilkan lebih terstruktur dan kuantitatif, fokus pada angka, persentase, atau frekuensi, dengan sampel yang lebih besar untuk validitas.
3. Riset Kausal
Riset kausal bertujuan mengetahui hubungan sebab-akibat antarvariabel melalui eksperimen terkontrol. Karakteristiknya menggunakan desain eksperimen, memiliki kelompok kontrol dan eksperimen, serta data bersifat kuantitatif dan dapat diuji secara statistik.
4. Riset Kualitatif
Riset kualitatif menggali aspek psikologis, emosional, persepsi, dan motivasi konsumen. Fokusnya bukan pada angka, melainkan kedalaman insight untuk memahami “mengapa” di balik tindakan konsumen.
5. Riset Kuantitatif
Riset kuantitatif fokus pada angka dan pengukuran yang dapat dianalisis secara statistik. Tujuannya mengukur besarnya potensi pasar, memprediksi tren konsumen, serta mengukur efektivitas kampanye pemasaran.
Contoh Riset Pasar
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh riset pasar yang umum diterapkan berbagai jenis bisnis:
- Survei kepuasan pelanggan Kedai kopi menyebarkan kuesioner online setelah pembelian untuk mengetahui rating rasa, harga, dan pelayanan.
- Uji rasa produk (taste test) Produsen makanan kemasan mengundang sekelompok konsumen untuk mencoba beberapa varian rasa sebelum memilih formula final.
- Analisis kompetitor Brand fesyen lokal membandingkan harga, materi promosi, dan ulasan pelanggan kompetitor di marketplace.
- Focus Group Discussion (FGD) Perusahaan otomotif mengundang calon konsumen untuk mendiskusikan fitur kendaraan yang paling mereka butuhkan.
- Uji coba pasar (test market) Brand melakukan soft launch produk baru di satu kota sebelum didistribusikan secara nasional, guna melihat respons pasar secara nyata.
- Riset sekunder Bisnis memanfaatkan data resmi seperti laporan Badan Pusat Statistik (BPS) atau riset industri yang sudah dipublikasikan untuk melihat tren makro tanpa perlu turun ke lapangan sendiri.
5 Langkah Melakukan Riset Pasar
Untuk memastikan hasil riset akurat dan dapat diandalkan, berikut lima langkah penting yang harus Anda lakukan.
- Tentukan Tujuan Riset Rumuskan tujuan dengan jelas, misalnya ingin mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, mengevaluasi ide produk baru, atau menganalisis kompetitor.
- Tentukan Metode Riset Pilih metode kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya sesuai kebutuhan.
- Susun Rancangan Riset Tentukan siapa responden, berapa jumlah sampel, teknik pengumpulan data, serta alat analisis yang digunakan.
- Kumpulkan Data Lakukan survei online, wawancara mendalam, observasi lapangan, atau pengumpulan data dari sumber sekunder.
- Analisis Data Gunakan teknik analisis statistik, coding kualitatif, atau software analisis data untuk menemukan pola yang berguna.
6 Langkah Riset Pemasaran (Marketing Research)
Istilah “riset pasar” dan “riset pemasaran” (marketing research) memang sering dianggap sama, tetapi riset pemasaran biasanya dijabarkan dalam proses yang sedikit lebih panjang. Menurut Freddy Rangkuti dalam buku Riset Pemasaran, ada enam tahapan proses riset pemasaran, yaitu:
- Merumuskan Masalah Menentukan masalah spesifik yang ingin dijawab lewat riset.
- Menentukan Desain Riset Menyusun kerangka teori dan prosedur pengujian yang akan digunakan.
- Merancang Metode Pengumpulan Data Menetapkan teknik survei, wawancara, atau observasi yang paling sesuai.
- Pengambilan Sampel Menentukan populasi dan jumlah responden yang representatif.
- Melakukan Analisis Data Mengolah data lapangan menjadi insight yang bisa ditindaklanjuti.
- Membuat Laporan Riset Menyusun hasil akhir riset sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran.
Pada praktiknya, kelima langkah riset pasar di atas bisa dipetakan ke dalam kerangka enam langkah riset pemasaran ini bedanya, kerangka Rangkuti memisahkan “desain riset” dan “metode pengumpulan data” menjadi dua tahap terpisah agar prosesnya lebih detail dan terukur.
Cara Riset Pasar yang Efektif
Agar riset pasar memberikan hasil optimal, perhatikan beberapa cara berikut ini.
- Gunakan Pertanyaan yang Jelas dan Tidak Bias Pertanyaan yang bias dapat membuat data tidak valid dan menyesatkan analisis.
- Pastikan Sampel Sesuai Target Pasar Sampel harus representatif terhadap karakteristik konsumen yang ingin dianalisis. Jika target Anda adalah milenial urban, maka responden harus berasal dari segmen tersebut.
- Kombinasikan Riset Kualitatif dan Kuantitatif Kualitatif memberi pemahaman mendalam, kuantitatif memberikan gambaran yang dapat diukur dan digeneralisasi.
- Manfaatkan Teknologi Gunakan platform survei digital, alat analisis big data, heatmap digital untuk perilaku website, hingga tools pemantauan media sosial.
- Lakukan Riset Secara Berkala Pasar berubah cepat sehingga riset pasar harus dilakukan secara berkelanjutan agar bisnis mampu mendeteksi perubahan tren lebih awal.
FAQ Seputar Riset Pasar
Apa itu riset pasar?
Riset pasar adalah proses sistematis mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi tentang pasar, konsumen, kompetitor, dan lingkungan bisnis untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat dan berbasis data.
Apa saja 5 langkah riset pasar?
Lima langkah riset pasar meliputi menentukan tujuan riset, menentukan metode riset, menyusun rancangan riset, mengumpulkan data, dan menganalisis data untuk menemukan pola yang bisa ditindaklanjuti.
Apa tujuan dari riset pasar?
Tujuan utama riset pasar adalah mendukung pengambilan keputusan bisnis, mulai dari memahami kebutuhan konsumen, menemukan peluang pasar, menganalisis kompetitor, mengevaluasi produk, hingga menguji kelayakan produk baru sebelum diluncurkan secara luas.
Apa saja 6 langkah riset pemasaran?
Enam langkah riset pemasaran menurut Freddy Rangkuti meliputi merumuskan masalah, menentukan desain riset, merancang metode pengumpulan data, pengambilan sampel, melakukan analisis data, dan membuat laporan riset.
Riset pasar mencakup apa saja?
Riset pasar mencakup lima ruang lingkup utama, yaitu harga jual, produk, alat pemasaran, distribusi, dan konsumen, yang saling terkait untuk menghasilkan gambaran pasar secara menyeluruh.
Apa kelebihan melakukan uji coba pasar?
Kelebihan uji coba pasar adalah memungkinkan bisnis mengetahui respons konsumen nyata terhadap produk sebelum produksi dan distribusi skala penuh, sehingga risiko kegagalan produk dan pemborosan anggaran dapat diminimalkan sejak dini.
Maksimalkan Hasil Riset Pasar dengan Media OOH
Setelah mendapatkan data riset pasar, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya dalam strategi pemasaran yang tepat. Salah satu media yang sangat efektif untuk menjangkau audiens secara luas adalah media Out of Home (OOH).
Media OOH pun banyak jenisnya, mulai dari media OOH statis, media OOH digital, dan media OOH transportasi. Dengan banyak jenis tersebut, Anda dapat mengiklankan produk atau jasa di lokasi-lokasi strategis berdasarkan data riset yang sudah dikumpulkan.
Salah satu perusahaan OOH terbaik di Indonesia yang bisa diandalkan adalah OTOMEDIA. Selama lebih dari 10 tahun, OTOMEDIA sudah banyak membantu brand-brand besar beriklan di ruang publik. Berikut keunggulan OTOMEDIA:
- Efektivitas iklan jangka panjang yang mampu menjaga brand tetap terlihat dan diingat publik.
- GPS Tracking system untuk memantau performa dan lokasi penayangan secara real-time.
- Monitoring 24/7 dengan layanan respons cepat dan dukungan tim profesional.
- Premium Quality Service, karena setiap proyek dikerjakan dengan cepat, tepat, dan hasil terbaik.
- Harga kompetitif, karena brand dapat beriklan di ruang publik mulai dari Rp1 jutaan saja.
Last but not least, jika ingin menerapkan hasil riset pasar secara lebih efektif dan meningkatkan visibilitas brand di titik strategis, memanfaatkan media OOH bersama OTOMEDIA dapat menjadi pilihan terbaik untuk mendorong pertumbuhan bisnis Anda.


